Kisah Inspiratif Teman SMPku

Tak ada angin, tak ada badai, entah mengapa aku ingin mengingat seluruh teman-temanku mulai dari teman saat masih balita, teman SD, SMP, SMK, kuliah, organisasi, wahh ternyata banyak sekali temanku 😀
Ditengah-tengah perjuanganku pasca lulus aku merasa butuh seorang inspirator untuk diriku, dimana dia mungkin hampir senasib denganku, dia mempunyai keterbatasan, namun mampu menerjang keterbatasannya dan memaksimalkan potensi pada dirinya.
Disaat sekarang aku memang mengalami kebimbangan untuk menentukan langkah menjemput cita-cita. Walaupun sudah lulus, sudah bekerja, namun bukan itu tujuan utama saya, cita-citaku masih butuh jalan panjang untuk mencapainya. Disaat ini lah aku butuh seseorang yang mampu mengembalikan semangatku untuk kembali ke jalan cita-cita.

Kuingat teman SMPku. Namamu Angga Dwi Tuti Lestari. Dulu kami memanggilmu Angga. Tapi ternyata saat kamu kuliah di UNS, panggilanmu adalah Eng 😀
Kamu adalah sosok yang penuh semangat, terlihat sekali dari raut wajahmu dan ketika kamu berbincang dengan kami. Lincah, aktif dan cerdas adalah karakter yang melakat pada dirimu sejak dulu.
Sebenarnya kisah inspratifmu sudah banyak dipublish oleh media. Baik media online maupun cetak. Kisahmu ini juga sudah muncul lama. Tapi entah mengapa aku ingin menuliskan kembali tentang dirimu. Berharap diriku dan seluruh orang yang membaca bisa punya semangat sepertimu. Supaya orang-orang yang mengalami keterbatasan dalam hidupnya tak lantas menyerah. Baik keterbatasan ekonomi, fisik, keterbatasan kondisi, dll. Karna setiap orang diciptakan oleh Allah sepaket, bersama kekurangan, terdapat kelebihan.

Bagi yang penasaran membaca kisahnya kalian bisa baca ini :
Kalahkan Raeni, Anak Petani Lulus dengan IPK Tertinggi
Angga Dwi Tuti Lestari Anak Petani Asli Solo Lulus dengan IPK 3,98
IPK Tertinggi, Hijaber Anak Petani Dapat Beasiswa ke Belanda
KISAH INSPIRATIF : ANGGA DWI TUTI LESTARI ANAK SEORANG BURUH TANI
Anak Buruh Tani Lulus dengan IPK 3,98
Anak Petani Jualan Jus, IPK Tembus 3.98, Summa Cum Laude!

Bagaimana? sudah dibaca semua?
you are inspiring person, Angga 😉 good luck for the future
Doaku untuk Angga,semoga Allah melimpahkan kemudahan dalam memahami ilmu, semoga segera menjadi dosen dan pengusaha sukses, sebagaimana yang kamu cita-citakan, jangan lupa membangun Indonesia ya 🙂
Makin sholihah, Aamiin..
Terima kasih untuk secarik inspirasimu. Doakan kami menyusul kesuksesanmu 🙂

Well, itu tadi salah satu teman SMPku yang menginspirasi, sebenarnya hampir semua teman SMP hebat-hebat. Sudah terbiasa berprestasi dan berkompetisi sejak kecil. Aku bahagia menjadi bagian dari kalian, almamater SMP Negeri 1 Godean. Sebuah sekolah yang terletak di Jl. Jae Sumantoro, Godean, Sleman. Ada yang bilang sekolah ndeso. Tapi tak apalah, walaupun ndeso tapi jadi sekolah rebutan dan favorit. Di tempat ini kami tau apa artinya kerja keras dan apa artinya impian. Lepas dari masa SD yang penuh dengan kekanak-kanakan, kami diajarkan berfikir selangkah lebih maju dari teman-teman pada umumnya.
Inilah SMPku yang dibilang sekolah ndeso :D, Tapi bertaraf kota bahkan Internasional.. Aamiin 🙂
945372_155356091306914_738040950_n

Iklan

Menikah Itu Penting !! Persiapkan Sebaik Mungkin

Menikah…
Bagi sebagian anak usia 20an agak menstream memang membicarakan perkara satu ini. Tapi buatku sih biasa aja, lha memang sudah saatnya difikirkan. Usia 20an tapi tidak sedikitpun memikirkan hal ini, perlu banget dipertanyakan kenormalannya 😀

Pernikahan adalah fase kehidupan yang penting. Pernikahan penyempurna separuh agama dan sunnah Rasul.
Banyak aktivitas berbuah pahala yang dapat kita raih hanya jika kita sudah menikah.Bagi laki-laki mencari nafkah (bekerja) menjadi ibadah yang mulia, berdandannya seorang istri untuk suami berbuah pahala. Dan masih banyak aktivitas lain yang pahalanya bisa kita dapat dengan jalan menikah.

Menikah bukan perkara main-main. Bukan hanya penentu kebahagiaan kita 10 tahun atau 20 tahun pasca menikah, tapi penentu akhirat kita.
Bagi istri, ia akan sangat beruntung jika mendapatkan suami yang shalih penuntun ke surga, generasi sholih pengantar kedua orangtuanya ke surga. Namun apabila yang terjadi sebaliknya pastilah sangat menderita.
Bagi suami, ia juga sangat beruntung jika mendapatkan istri sholihah, taat pada suami, menyejukkan, pendidik generasi, melahirkan generasi pengantar surga bagi orangtua. Namun jika yang terjadi sebalikknya, maka dosa istri, dosa anaknya pun ikut mengalir pada diri seorang ayah. Mengerikan >_<

Hukum Menikah
Pernikahan sendiri bisa jadi wajib, sunnah, mubah, bahkan haram, tergantung situasi dan kondisi seseorang.

  1. Pernikahan menjadi wajib hukumnya bagi seseorang yang sudah mampu secara finansial & sangat beresiko jatuh dalam zina.
  2. Pernikahan yang sunnah hukumnya apabila seseorang yang sudah mampu namun masih tidak merasa takut jatuh kepada zina. Orang yang punya kondisi seperti ini hanyalah disunahkan untuk menikah, namun tidak sampai wajib. Bila orang itu menikah,orang tersebut akan mendapatkan keutamaan menikah.
  3. Mubah hukumnya yang orang berada di tengah-tengahnya, tidak wajib juga tidak sunnah, tidak haram juga.
  4. Haram nikah jika belum mampu bahkan tidak mau untuk memberi nafkah (bagi pihak pria). Ini sih namanya mencelakakan orang :D. Atau pernikahan yang dapat menyakiti pasangan, jelas ini haram hukumnya.

Sedang ada diposisi manakah kamu? jawab sendiri, kamu sendiri yang bisa mengukur.

Ingin Menikah, Siap Menikah, Harus Menikah
Banyak yang bilang ‘saya ingin menikah’ tanpa persiapan apapun. Bilang ingin menikah tapi ditanya visi dan seperti apa keluarga yang kan dibangun saja tak punya bayangan. Bilang ingin menikah tapi ilmu agamanya masih zero, Bilang ingin menikah tapi kepribadiannya, mental dan pengetahuan tentang urusan rumah tangga masih nol. Itu sama saja bunuh diri kalau menurutku. Tanya lagi ke diri sendiri, ini menikah hanya karena ingin saja tanpa persiapan atau ingin menikah karena sudah siap.
Karena beberapa kasus yang pernah kulihat, penyebab seseorang ingin segera menikah, bahkan tanpa persiapan diantaranya :

  1. MBA (Married By Accident) insyaallah ini tidak akan menimpa kita muslimah yang taat pada Allah.
  2. Pelarian dari ketidaknyamanan di keluarganya. Maksudnya seperti apa?
    Ada seorang akhwat yang taat beragama, namun tidak dengan keluarganya. Akhwat ini merasa tidak nyaman hidup dengan keluarganya sendiri karena tidak ada kesamaan visi, pemikiran hingga cara menyikapi sebuah persoalan. Banyak pertentangan terjadi antara dirinya dengan keluarga. Lama-lama tidak betah, dan memutuskan segera menikah tanpa persiapan matang, dengan harapan mendapatkan suami yang sholih, dapat memulai kehidupan baru yang ia dambakan, dan terbebas dari pertentangan dengan orangtuanya.
    Pada kasus satu ini, menurutku bukan sebuah solusi yang sehat. Pergi dengan menyisakan PR.
    Disinilah dakwah kepada keluarga adalah hal penting. Setidaknya kita telah menyampaikan kebenaran Islam kepada keluarga. Tapi jangan jadikan menikah sebagai sebuah pelarian.
  3. Faktor Usia
    Telalu sibuk dengan aktivitas keduniawian misal bekerja, kuliah membuat seseorang baik laki-laki maupun perempuan sejenak lupa menikah. Ketika sadar, tau-tau usia sudah tak muda lagi, keluarga menuntut untuk segera menikah. Tak sempat mempersiapkan diri langsung saja menikah karena tuntutan usia dan pihak keluarga.
  4. Melihat teman yang sudah menikah
    Adakalanya, jika teman kita sudah menikah, mereka bercerita kepada kita, betapa indah dan menyenangkannya hidup berumah tangga, sehinga membuat kita ingin segera merasakannya. Yang difikirkan hanya enaknya aja. Lupa setelah menikah kita harus siap mental jika mengalami kesulitan hidup, kesulitan ekonomi, dsb.
  5. Dipanas-panasi
    Tak dipungkiri, di sebagian kalangan akhwat, salah satu topik favorit yang sering dibicarakan adalah seputar ikhwan dan nikah. Lambat laun, karena seringnya membicarakan hal itu, membuat hati sebagian akhwat kebat-kebit.

Sebagian lagi bilang ingin segera menikah untuk menjaga diri dan menghindari fitnah, takut terjebak zina. Benar, hal ini harus disegerakan. Namun jangan sampai mengesampingkan persiapan diri. Karena Persiapan itu sangatlah penting, persiapkanlah sebaik mungkin. Jalan setelah menikah tidak selalu mudah, butuh ilmu, butuh kesiapan diri.

Bagaimana persiapan sebelum menikah?? (coming soon, udah pegel ngetiikk 😀 )

*Tulisan ini ditulis orang orang yang juga sedang belajar memantaskan diri, ditulis berdasarkan pengalaman orang lain dan nasihat orang yang berpengalaman di bidangnya 😀

Modul Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja Bagi Siswa SMK Kelas X Tata Boga

Semoga bermanfaat untuk dapat dijadikan referensi alternatif dalam bapak dan ibu mengajar. Modul ini telah disusun berdasarkan kurikulum 2013. Dapat dicetak dengan ukuran kertas 21,0 x 26,7 cm.
Download
cover modul sanitasi hygiene k3
MODUL SANITASI HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA

Catatan : modul bukan buku resmi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, sehingga tidak ada paksaan untuk menjadikannya sebagai patokan. Terima kasih 🙂

cover modul

Silaunya Dunia

Makin lama aku membuka mata di dunia ini, makin tau apa yang sesungguhnya terjadi di sekitarku.
Di sekitarku, di depan mataku yang mau tak mau aku harus mempercayainya bahwa ini sungguh terjadi dan memang demikian adanya. Karna ini fakta, yang tak mungkin aku memungkirinya.

Benar apa kata ustad ustadzah, hidup di dunia jika tak dilandasi iman yang kuat dapat mengubah seseorang menjadi hina. Yaa hina di mata Allah. Silaunya dunia membuat seseorang terjebak pada dosa, yang mungkin menyisakan penyesalan, kekecewaan orang lain yang menyayanginya.

Bulan Maret 2014 lalu, ketika masih kuliah dan sedang menempuh skripsi, ku putuskan untuk bekerja sambil mencari pengalaman sebelum lulus. Saya bekerja menjadi seorang pengajar kursus Tata Boga atau memasak di sebuah Lembaga Pelatihan Keterampilan di sekitar kampus tempat saya belajar. Saya fikir ini pekerjaan yang bagus. Sesuai dengan bidang keilmuan saya, tidak menyita waktu, dan saya menyukainya.

Hal berbeda saya temukan ketika berada disana. Hal berbeda itu terletak pada pesertanya. Peserta kursusnya sangat jauh dari apa yang saya bayangkan. Tau siapa peserta yang saya ampu untuk first project? mantan WTS (Wanita Tuna Susila) atau mantan pelacur. Proyek ini bekerjasama dengan Dinas Sosial DIY dimana pemberian keterampilan ini adalah tahap pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial untuk dapat hidup mandiri dan dapat diterima oleh masyarakat selayaknya orang pada umumnya. Setelah sebelumnya mereka terlebih dahulu menjalani karantina selama 3 bulan di panti milik Dinas Sosial, diberikan motivasi selama beberapa hari, dan tahap terakhir diberikan bekal keterampilan sesuai minat dan bakat yang mereka miliki dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Pelatihan Keterampilan tempat saya bekerja. Setelah itu mereka akan diberikan modal usaha berupa peralatan, agar pasca pembinaan dapat mandiri berwirausaha dan mempunyai kehidupan yang lebih baik. Saya tak mengira sebelumnya akan mengajar mereka. Well, walau pada awalnya ragu dan sedikit shock, namun bismillah saya jalani saja dengan santai.

Proyek pertama mengajar mantan WTS selama 17 hari berturut-turut, tanpa mengenal libur sekalipun tanggal merah berjalan sukses dan lancar. Berlanjut pada second project, saya mengajar para waria. Ya Allaah. Singkat cerita beberapa proyek sudah saya selesaikan. Diantaranya saya mengajar mantan narapidana yang baru saja keluar dari sel penjara, mantan pengguna narkoba, odha, mantan pecandu miras, dll yang intinya mereka mempunyai masa lalu yang bisa dibilang cukup kelam.

Dari pekerjaan saya ini saya mempunyai banyak kisah yang dapat diambil hikmah dari setiap peserta, yang belum tidak bisa saya tulis satu per satu. Senang bisa membantu mereka. Setidaknya saya selalu diingatkan bahwa hidup di dunia ini kita dekat sekali dengan dosa. Dosa yang dibalut kilaunya dunia memang terkadang melenakan kita. Entah kenapa dapat membuat kita kehilangan akal sehat. Sampai-sampai kita tidak memikirkan resikonya. Terlanjur basah dengan dosa, susah untuk mentas karena terlalu asyiik mungkin. Yaa, itulah yang rata2 dirasakan mereka peserta kursus yang saya ajar.

Dosa memang tak pandang siapa orangnya. Yang dulunya ustad sekalipun bisa melakukan dosa, bahkan dosa besar sekalipun. salah satu peserta kursus yang saya ajar, dulunya adalah santri pondok pesantren yang terjebak narkoba. Namun alhamdulillah beliau sekarang sudah kembali ke jalan yang benar.

Bicara dosa yang tidak memandang siapa itu orangnya, belakangan ini kutemukan fakta yang kurang mengenakkan untuk diterima sebagai sebuah kenyataan yang benar-benar nyata.
Kamu adalah temanku, selama ini aku mengenalmu sebagai laki-laki sholih, dibesarkan dari keluarga terhormat, faham agama. Bahkan dulu, kamu tidak pernah mau disentuh oleh perempuan yang bukan muhrim. Memandang pun kau tak pernah. Kamu cerdas, jauh lebih cerdas dari aku. Aku Jauh jika dibandingkan denganmu. Kamu seorang aktivis, kamu S1 di universitas ternama dengan jurusan yang kamu inginkan. Kamu mendapatkan beasiswa S2 ke LN. Pesis seperti yang kamu inginkan. Bahkan aku kagum denganmu, dan mungkin tidak ada orang yang tidak kagum ketika mengenalmu.

Suatu ketika aku membuka jejaring sosial yang aku punya. Ku ingat kamu, dan kubuka profilmu, karena merasa lama tak mendengar kabarmu pasca kuliah S2 ke UK. Dan, foto mengejutkan terpampang. Jelas aku lihat, kamu berfoto berangkulan dengan wanita yang bukan muhrimmu, hanya berdua, setting tempatnya di sebuah bar. Dan kau menuliskan keterangan “Birthday’s friend”. Seakan tak percaya, kulihat lebih jelas, dan benar itu kamu. Dan telah kupastikan itu bukan sotoshop atau gambar yang direkayasa.
Semoga apa yang kufikirkan ini tidak benar, Semoga prasangka ini salah. Kami di sini selalu mengharapkanmu tetap  seperti dulu.

Ya itulah dunia. Apapun bisa berubah karena silaunya 😦

Hidup Untuk Mengejar Dunia, Seperti Mengejar Kebodohan

Kumpulan Sejarah di Dunia Yang Sangat Dirahasiakan

Selesai mewujudkan target tertentu dalam hidup ini, biasanya kita akan mencari target baru apa lagi yang akan kita capai, setelah tercapai muncul lagi pertanyaan apa lagi target yang akan kita capai, demikian pertanyaan pun berulang ‘what the next target’. Terkadang kita merasa bosan dengan hidup yang seperti begitu-begitu terus. Bahkan hidup tanpa target pencapaian tertentu juga lebih membosankan.

Mulai dari kita terlahir ke dunia ini, awalnya kita hanya bisa menangis, lalu bisa tengkurap, beberapa bulan setelahnya kita bisa merangkak, lalu bisa berjalan, bisa berbicara, bisa berlari, menghabiskan usia balita dengan bermain dan bersenang-senang. Kemudian kita mulai dikenalkan oleh Ayah Ibu kita dengan dunia sekolah. Saat TK kita ingin cepat-cepat masuk SD. Ketika SD kita ingin cepat-cepat SMP. Ketika SMP kita ingin cepat cepat SMA, karena katanya masa SMA adalah masa paling indah. Ketika SMA, kita ingin cepat-cepat lulus, ingin menikmati bangku kuliah, punya status sebagai mahasiswa. Dan akhirnya bisa juga dapat gelar.. yeeeah!!. Kemudian menambah antrian pencari kerja, lowongan..lowongan..yap, ini dia!!. Setelah melewati beragam tes seleksi, akhirnya tercatat sebagai karyawan, yess.. Lalu merintis karir dan profesionalisme, tenggelam dalam tumpukan kerja, mabuk karena gila kerja. Merasa streess, demi menuai banyak uang. Waktu pun terus berlalu, dan anda mengatakan, “oh, ada target baru lagi di sana”. Yuhuuuii bertemu belahan jiwa. Kemudian mengarungi bahtera rumah tangga. Lalu benih pernikahan telah tumbuh, dan ini diaaa si buah hati yang diidam-idamkan. Emm.. dapat tugas baru, kapan bisa tidur????. Selanjutnya, mendaki hidup bermasyarakat, waktu penuh dengan rutinitas. Anda pun merasa telah sukses.. “Yess.. Akulah BINTANG dimana-mana, dan aku benar-benar menjadi KAYA RAYA, banyak sanjungan ku dapatkan”. Lalu Anda merenung, ternyata waktu terlalu singkat, “Rasanya aku hampir gila karena aku makin tua, ugh..mereka mengatakan aku tidak berarti, haaah,,hancur rasanya, tak ada yang menemaniku, kecuali karena hartaku”. Waktu berjalan begitu lambat..Semua terlihat gelap, semua berkabut, merasa bahwa ternyata selama ini hanya mengejar ketololan, semua menyingkir, semua menjadi musuh, tinggal menunggu waktu, sampai saat yang dijanjikan, AJAL di depan mata.

HANYA SEPERTI ITU KAH HIDUP???
Noooo !!!

Bagiku tak sekedar seperti itu, kita MUSLIM dan saya tau dari mana aku berasal, untuk apa saya ada di dunia ini, dan akan kemana setelah saya mati. Aku hidup tak hanya dunia, tapi yang pasti di akhirat lebih lama lagi. 1000 tahun, sejuta tahun, semilyar tahun.. Aahhh selamanyaaa..
Aku akan berusaha mendapatkan keduanya. Jika tak bisa kedua-duanya, maka akhirat yang harus di dapat.

Lantas apa yang membedakan hidupnya seorang Muslim Sejati??
Allah sudah memberikan seperangkat aturan bagi manusia agar selamat hingga akhirat. Ada perintah ada pula larangan. Ada hukum syara’ (wajib, sunnah, mubah, makhruh, haram).
Jadi hidupnya seorang muslim tidak asal. Tidak semua aktivitas semua diembat. Hanya aktivitas yang diperbolehkan dalam Islam saja yang dilakukan. Ia akan meninggalkan aktivitas yang Allah larang, dan meninggalkan aktivitas dimana aktivitas tersebut dapat menghalanginya untuk melaksanakan perintah Allah. Contohnya : seorang muslim taat jelas tidak akan melakukan perbuatan zina atau hal-hal yang mendekati zina, juga tidak makan makanan yang diharamkan, tidak pula bekerja pada bank ribawi, tidak bekerja hingga melalaikan sholat, dakwah dan kewajiban lainnya, dan banyak lagi contoh lainnya.
Berprestasi setinggi-tingginya untuk Islam, meraih pencapaian terbaik untuk Islam, bukan semata untuk harta. Jadi, walaupun seorang MUSLIM terkesan banyak aturannya, tak lantas membatasinya meraih prestasi. Prestasi dalam belajar, prestasi dalam pekerjaan, dan prestasi hidup.
Buktinya banyak generasi Islam yang mendunia seperti Ibnu Sina (tokoh kedokteran), Ibnu Yunus (Ahli Fisika dan Astronomi), Jabbir bnu Hayyan (Bapak kedokteran dunia), Al Khawarizmi (penemu angka nol), dan masih banyaakk lagi. Jadi orang Islam itu hebat-hebat, apalagi jika didukung sistem yang menerapkan Islam ya..

Apakah seorang muslim bahagia menjalankan hidupnya yang demikian?
yup. bahagia. Karna muslim sejati itu akan IKHLAS hidupnya diatur oleh ISLAM, taat pada perintah dan larangan Tuhannya. Tolak ukur bahagia, adalah ridha Allah. Apapun aktivitasnya semua dilandasi karena Allah, sehingga semua bernilai ibadah, insyaallah..
Jika target dunia tidak tercapai, tak masalah. Karna yang Allah nilai adalah seberapa besar ikhtiar kita, soal hasil, Allah yang tentukan.
Rizki sudah Allah atur, namun manusia wajib mengusahakannya semaksimal mungkin, dengan jalan yang benar. Berapapun yang didapat itulah jatah rizki kita, karna Allah sudah menjanjikan

Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmuzi).

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Hud: 6)

Jadi insyaallah Muslim yang taat selalu bahagia menjalani hidupnya.
Muslim Anti Stress, Anti Galau, Hidupnya tidak membosankan.
Selalu berusaha menjadi Be The Best Not Be Asa 🙂

Kitab Sakti Untuk Para Calon Baker

Baker?
Apa sih Baker?
Baker itu adalah sebuah profesi guys, Baker lebih dikenal sebagai pembuat roti atau para pembuat produk produk pastry and bakery.
Apa itu pastry and bakery? 
Pastry atau patiseri merupakan salah satu pengetahuan dalam pengolahan dan penyajian makanan terutama kue-kue. Baik kue–kue oriental maupun kontinental
Sedangkan bakery merupakan bagian dari pastry yang bertanggung jawab pada pembuatan roti-rotian, danish, croissant dan produk-produk lain. (Next time kita belajar tentang itu ya..)
Intinya baker adalah pembuat kue dan roti.
Tak hanya sekedar kue dan roti biasa lhoo.. tentunya kue dan roti berkelas, punyai kualitas dengan standar produk, minimal seperti yang kita temui di mall mall. 
Bahkan dulu saya selalu menyempatkan diri menatap para baker di gerai roti di Mall. Hebat ya mereka. cekatan, dan roti roti nya itu lhoo. semerbak kemana-mana harumnya 😀 (walaupun ternyata ada beberapa gerai roti yang belum ber Sertifikat Halal MUI dan masih banyak yang memakai bahan yang diharamkan..next time kita juga akan sharing ttg ini..ok?)

images (1)imagesSetiap profesi punya tantangannya masing-masing. Yuup. Termasuk menjadi seorang baker. Bagaimana tidak? Untuk bisa menguasai ilmu dan keahliannya pun tidak gampang. Butuh tekun, tidak mudah menyerah, kerap gagal itu biasa, coba dan coba terus sampai bisa. butuh guru dan komunitas untuk belajar, dan tentu saja pengalaman. Siap fisik maupun mental. Menjadi seorang baker butuh fisik yang kuat. Harus betah dengan situasi dapur. Apalagi baker akan selalu berdampingan dengan oven, tahan berdiri, hampir tidak ada waktu untuk duduk, karena bisa menurunkan produktivitas kerja.

Bagi seorang baker, jika ingin produk yang dihasilkan disukai banyak orang, ia tak boleh mengeluh jika harus berlama-lama di dapur, demi kesempurnaan sebuah produk. Teliti memonitor kualitas bahan baku, kualitas proses, sampai kualitas produk jadi di dapur bakery. Harus bisa menggabungkan ilmu sains, art dan ilmu kuliner itu sendiri.
Oh ya, Pernah nonton serial drama korea “Baker King, Kim Tak Goo”?? Kisah seorang pembuat roti yang punya impian untuk bisa membuat roti yang lezat, sekaligus usaha untuk menjadi pembuat roti terbaik. Acung jempol untuk kegigihannya mewujudkan impiannya. Terlepas dari bagian kisah cintanya, yang menurut saya tidak perlu untuk kita diskusikan lah ya..). Ya begitulah.. menjadi baker apalagi baker profesional. itu tidak mudah kawan.. Tetap semangat!!!

Berikut saya bagikan informasi untuk menjadi seorang baker, terutama sih baker muslim :

  1. Wajib punya pasion bidang kuliner terutama pastry
  2. Bangun mental belajar karena Allah. Jika semua karena Allah, insyaallah semua akan bernilai ibadah.
  3. Karna sudah diniatkan belajar karna Allah, mulailah, belajar membuat produk pastry yang 100% halal
  4. Karna sudah diniatkan belajar karna Allah, jadi tetap tekun, pantang menyerah, gagal itu biasa. Pegang kuat kuat cita-cita, supaya tidak mudah berbelok arah
  5. Belajarlah dengan ahlinya, belajarlah dari pengalaman, bergabunglah dengan komunitas komunitas baker, supaya semangatnya nular.

Sebagai tips terakhir, kawan kawan calon baker silahkan update trend produk pastry, biar nggak kudet. Silakan sering sering baca web atau majalah pastry misal seperti ini http://www.bakerymagazine.com/
Dan ada juga buku ayau kitab sakti yang wajib dikuasai para calon baker. Judul buku : Professional Baking
22232640652

Ini adalah buku basic seorang baker, Sudah menjadi rujukan dunia. Dilengkapi teori dasar pastry, hingga step by step cara mengolah aneka basic product pastry. 
Teman teman dapat mendapatkan file buku ini dengan mendownload di link ini :
http://www.ebook3000.com/Professional-Baking–4th-Edition_55071.html
Selamat belajar 🙂

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, kalau kepleset minimal setinggi gunung” 😀 (pinjam kata2 teman)

Kenangan Manis

Mungkin Ini adalah kenangan manis sebelum saya di wisuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Tak bisa berkata apapun, selain ‘Terima Kasih’. Setidaknya apa yang saya capai hingga saat ini pernah membuat kedua orang tua tersenyum bangga. Terima kasih ya Allah, terimakasih UNY, terimakasih bapak/Ibu Dosen, karyawan, teman2 semua..
Terima kasih jg Pak Dedy (humas UNY) yang telah mempublish profil saya ini di media cetak, maupun online 🙂

Asti Wulandari, Mahasiswa UNY Peraih IPK 3,9 – Keterbatasan Tak Halangi Prestasi
Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Asti Jadi Ahli Pangan
ASTI, MAHASISWA BIDIKMISI DENGAN IP NYARIS SEMPURNA
Anak Penambang Pasir Peraih Bidik Misi UNY
Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Asti Jadi Ahli Pangan
[INSPIRASI] Berprestasi dalam Keterbaasan? Bisa kok, Ini Buktinya!
Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Asti Jadi Ahli Pangan

Sambutan Perwakilan Peserta Yudisium FT UNY Juli 2014

10479320_949092455116496_5564978579119574302_o

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

Yang terhormat Bapak Dekan FT UNY
Yang kami hormati Bapak Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III FT UNY
Yang kami hormati Bapak ketua Jurusan di lingkungan FT UNY
Yang kami hormati Bapak Ketua Jurusan di lingkungan FT UNY
Yang kami hormati Bapak-Ibu Kabag TU dan Kasubag di lingkungan FT UNY
Serta rekan-rekan peserta Yudisium yang berbahagia 

Pada hari Jum’at, 25 Juli 2014 yang cerah dan membahagiakan ini, kita patut mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat yang maha kuasa, kita semua dapat berkumpul di Gedung KPLT FT UNY, dalam kondisi sehat wal’afiat. Dalam kondisi tak kurang suatu apapun kita dapat melaksanakan upacara yudisium periode Juli 2014, yang menjadi salah satu prosesi sekaligus indikator bahwa rekan-rekan mahasiswa telah menyelesaikan studi sarjana maupun diploma di lingkungan Fakultas Teknik yang kita cintai dan banggakan ini.

Hadirin yang berbahagia, perkenankanlah saya berdiri di sini untuk mewakili rekan-rekan peserta yudisium untuk menyampaikan banyak terimakasih kepada pimpinan dan karyawan di lingkungan FT UNY yang senantiasa membantu baik dalam bidang akademik, proses registrasi, bantuan di bidang organisasi kegiatan mahasiswa dan atas segala dukungan pada kegiatan-kegiatan lainnya selama ini. Tak lupa kami sampaikan juga rasa terima kasih kepada bapak dan ibu dosen atas bimbingan, ilmu dan jasa yang telah bapak ibu dosen berikan. Sekali lagi kepada semuanya kami ucapkan terima kasih. Semoga segala ilmu yang telah kami terima selama ini bisa kami aplikasikan dan sebarkan sehingga bisa berguna bagi sesama. 

Tentu saja selama proses akademik, kami tidak luput dari kesalahan-kesalahan, baik tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang baik ini, atas nama rekan-rekan peserta yudisium, kami mohon maaf kepada seluruh Pimpinan, Dosen, Karyawan dan seluruh civitas akademik FT UNY akan hal tersebut.

Alangkah bahagianya hati kami, pada hari ini kami dinyatakan lulus dari Fakultas Teknik UNY. Tentunya ini bukanlah akhir dari perjuangan kami, tetapi merupakan awal perjuangan kami menggapai apa yang kami cita-citakan. Oleh karena itu, kami mohon doa restu kepada seluruh Pimpinan, Dosen dan Karyawan Fakultas Teknik UNY agar selanjutnya kami bisa menjadi pribadi yang bertaqwa, sukses dengan setiap pilihan yang kami ambil, serta dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan, agama, nusa dan bangsa.

Selanjutnya kami berkomitmen,

  1. Menjaga nama baik almamater khususnya Fakultas Teknik UNY, kapanpun dan dimanapun kami berada
  2. Apabila kami telah sukses, kami akan menjalin hubungan baik dengan Fakultas Teknik dan akan membuka peluang-peluang kerja bagi adik-adik kami mahasiswa Fakultas Teknik UNY
  3. Semoga kami dapat mengembangkan dan menerapkan ilmu-ilmu di bidang teknologi yang selama ini kami peroleh, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Terakhir, kami turut berdoa bagi seluruh civitas akademik Fakultas Teknik UNY agar selalu diberikan kemudahan, kesehatan dan kekuatan untuk meningkatkan pelayanan, kinerja dan mutu pendidikan di Fakultas Teknik UNY sehingga menjadi lebih baik ke depannya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, apabila terdapat perkataan yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Disampaikan pada Upacara Yudisium Fakultas Teknik UNY Periode Juli 2014

Bahan Pastry Ber Sertifikat Halal MUI

images n

Dizaman globalisasi seperti sekarang, hampir semua produk dapat dengan mudah dijual dan beredar luas di tengah masyarakat. Maka sebagai konsumen yang cerdas diperlukan kecermatan dan ketelitian sebelum membeli produk, terutama makanan.  Karena makanan erat sekali dengan kehidupan kita. Siapa yang tidak butuh makan. Makanan erat dengan kesehatan kita. Apa yang kita makanan mempengaruhi kesehatan kita, bahkan hingga kelak. Sebagai muslim, tak cukup makanan itu sehat dan bersih, namun halal adalah yang utama. Telitilah sebelum membeli, pastikan halal dan toyyib.

Hingga saat ini masih terjadi kebingungan di masyarakat, mana makanan yang halal, dan mana yang haram. Ditengah keadaan dimana syariah Islam tidak diterapkan seutuhnya, hal itu wajar. Acuan kita saat ini adalah MUI, sebagai benteng umat Islam dari mengkonsumsi atau memakai barang haram.

Berikut saya share beberapa bahan pastry (kue roti) yang sudah bersertifikat Halal MUI (sumber : MyHalalKitcken). Jika pernah menemukan produk halal lainnya, bisa tulis di kolom komentar. Nanti akan ditambahkan.Semoga bermanfaat. >>

  1. Tepung
    Bogasari = Kunci Biru, Segitiga Biru, Cakra, Lencana Merah, dll’
    Eastern Pearl Flour Mills = Kompas, K2, Gerbang, dll
    Sriboga = Pita Merah, Beruang biru, Tali Emas, dll
    Komachi, Jepang
    Rose Brand = Tepung Beras, Tepung Ketan
    Maizenaku = Maizena
    Tepung Tapioka: Gunung Agung, Rose Brand* Tepung Tang Mien : Nila Sari, dll
  2. Gula
    Gupalas = Gula pasir PTPN
    Gula Pasir cap Bintang
    Gula Pasir Putih Premium, Indomaret
    Gula Pasir Legiku
    Gula Halus Mawar
    Gula Halus Dyna
  3. Margarin :
    Blueband
    Filma
    Forvita
    Palmia
  4. Shortening :
    Merry Whip Gold Bullion
    Amanda
    Malinda
    Pusaka
    Palmia
    Hollman
  5. Butter
    Anchor
    Orchid
    Wijsman
    Hollman
    BOS (butter oil subtitute) produksi Filma/Sub Milky* Gold Bullion, dll
  6. Coklat bubuk
    Schoko
    Bendico
    Java
    Tulip
  7. Dark Compound Chocolate, Couverture, White/Colouring Chocolate
    Schoko
    Colatta
    Galetto
    Alfa
    Chefmate* Mercolade, dll
  8. Pewarna/Perisa dan Pasta Makanan
    Rajawali pewarna makanan
    Hakiki pewarna makanan
    Ikan paus pasta makanan
    Golden Brown Pasta Makanan (kecuali yang mengandung alkohol/rhum, lihat label halal pada kemasan)
    Ny. Liem pasta makanan (lihat label halal juga)
    Toffieco (lihat kemasan karena tidak semua halal, Rhum /Pasta Bakar mengandung alcohol)
    L’Rome
  9. Whip Cream
    Pondan Whip Cream Bubuk
    DP Whip Cream Bubuk
    Haan Whip Cream Bubuk
    Anchor Whip Cream (kental)* RICH’s SHnya dari China tidak diakui oleh LPPOM MUI ya, jadi tdk usah dipakai.
  10. Selai, filling
    Paletta
    Puratos
    Lepatta, Mero
    Prims Foods
  11. Keju
    Kraft = Cheddar, quickmelt, Cheese Filling
    Prochiz
    Calf cheddar
    Diamond
    Cheesy (All Product)
    Greenfield Mozarella
    Mozarella Arla Finello
    Parmesan Lemnos, Australia
    Parmesan & Mozzarella Florida, Australia
    Keju Beqa
    Gouda : Natura
  12. Cream Cheese
    Calf
    Yummy
    Cheesy
    Dairy Land, Tatura
    Royal Victori, Tatura
  13. Ragi Instan
    Saf Instan, Lesaffre
    Fermipan
    Mauri-Pan (halal certified by MUI)
  14. Bread Improver
    Baker Bonus, Lesaffre
  15. Baking Powder Double Acting (BPDA)
    Hercules, Bakels
    Xena, Mero
  16. Cake Emulsifier
    Alfagell
    Quick 75
    SP Koepoe2, dll
  17. Minyak Padat
    Cita
  18. Garam
    Dolphin
    Refina
  19. Nori
    Mama Suka
  20. Minyak Wijen/Sesame Oil :
    Double Pagoda – Singapore
  21. Kecap inggris :
    Asia – Tangerang
    ABC.
  22. Kecap Asin :
    Hati Angsa-Medan
    ABC
  23. Mayonaise
    All Product of “Maestro”
    Euro Gourmet
    Mama Suka
  24. Vinegar / Cuka Buah* Cuka Tahesta (Apel, Anggur, Rosella
  25. Gelatin :
    Gelatin Bubuk GELITA ex Australia dan New Zealand.

Pastikan ada tanda ini disetiap kemasan makanan yang kita beli, sebagai usaha untuk menjaga diri kita dari yang haram.

unduhan

Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul”.

Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“.

Dan firman-Nya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: “Yaa Rabbi! Yaa Rabbi!” Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya“. (HR Muslim no. 1015)

Kehancuran Dunia: Penyebab dan Solusinya

(Tafsir Qs Al-Rum[30]: 41)

ظَهَرَالْفَسَادُفِيالْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيالنَّاسِلِيُذِيقَهُمْبَعْضَالَّذِيعَمِلُوالَعَلَّهُمْيَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS ar-Rum [30]: 41).

Tafsir Ayat

Allah Swt. berfirman: Zhahara al-fasâd fî al-barr wa al-bahr (Telah tampak kerusakan di darat dan di laut). Dalam bahasa Arab, kata al-fasâd kebalikan dari al-shalâh (kebaikan)

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah Swt:

وَمَاأَصَابَكُمْمِنْمُصِيبَةٍفَبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيكُمْوَيَعْفُوعَنْكَثِيرٍ

Musibah apa saja yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan kalian sendiri (QS asy-Syura [42]: 30).

Dengan demikian, ayat ini memastikan bahwa pangkal penyebab terjadinya seluruh kerusakan di muka bumi adalah pelanggaran dan penyimpangan manusia terhadap ketentuan syariah-Nya.

Kemudian Allah Swt. berfirman: liyudzîqahum ba’dha al-ladzî ‘amilû (supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari [akibat] perbuatan mereka).

Patut dicatat, hukuman di dunia itu, betapa pun dahsyatnya, sesungguhnya masih baru sebagian. Sebab, kata ba’dha al-ladzî ‘amilû menunjukkan, azab yang mereka rasakan saat ini belum seluruhnya. Azab secara keseluruhan akan ditimpakan kepada pelakunya kelak di akhirat. Meski begitu, kerusakan yang kasatmata itu seharusnya menyadarkan mereka untuk bertobat. Allah Swt. berfirman: la’allahum yarji’ûna (agar mereka kembali [ke jalan yang benar]).

Kata yarji’ûna berarti bertobat. Tobat tersebut dilakukan dengan menyesali kesalahannya, berhenti dari segala kemaksiatan, dan kembali taat pada ketentuan syariah-Nya.

Kemaksiatan dan Kerusakan

Telah maklum, dunia kini sedang dilanda krisis ekonomi. Meningkatnya pengangguran, banyaknya perusahaan yang bangkrut dan gulung tikar, meluasnya kemiskinan, anjloknya daya beli masyarakat, dan berbagai dampak ikutan lainnya telah menjadi ancaman yang mencemaskan bagi dunia. Meskipun berbagai langkah telah ditempuh untuk mengatasinya, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berhasil

Bagi kaum Muslim, semestinya tidak sulit mengurai persoalan tersebut. Sebab, ayat ini telah memberikan panduan amat jelas dalam memandang dan menyikapi setiap kerusakan yang terjadi di muka bumi. Ada dua perkara penting dari ayat ini yang patut dijadikan sebagai patokan ketika melihat kerusakan.

Pertama: pangkal penyebab kerusakan. Menurut ayat ini, penyebab semua kerusakan tersebut adalah ulah tangan manusia (bimâ kasabat aydî al-nâs). Dalam ayat sebelumnya, diberitakan bahwa manusia itu diciptakan Allah Swt. Dia pula yang memberikan rezeki, mematikan, dan menghidupkan manusia. Tidak ada andil sedikit pun dari sesembahan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan (lihat QS al-Rum [30]: 40).

Kekufuran dan kemusyrikan merupakan kemaksiatan terbesar. Tak berlebihan jika kekufuran dan kemusyrikan disebut sebagai biang utama kerusakan. Di samping kekufuran dan kemusyrikan, ada beberapa kemaksiatan lainnya yang disebutkan secara spesifik dapat menyebabkan kehancuran masyarakat. Rasulullah saw. bersabda:

إِذَاظَهَرَالزِّنَاوَالرِّبَافِيقَرْيَةٍ،فَقَدْأَحَلُّوابِأَنْفُسِهِمْعَذَابَاللهِ

Jika zina dan riba telah tampak di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan diri mereka dari azab Allah (HR ath-Thabrani dan al-Hakim).

Kedua: solusi atas kerusakan yang terjadi. Frasa penutup ayat ini mengisyaratkan, solusi satu-satunya agar kerusakan di muka bumi tidak berlanjut adalah kembali pada syariah-Nya. Sebab, pangkal penyebab terjadinya semua kerusakan di muka bumi adalah perbuatan maksiat dan dosa. Karena itu, untuk menghentikannya pun dengan cara berhenti dari maksiat, selanjutnya berjalan sesuai dengan tuntunan syariah. Selama kemaksiatan terus berjalan, jangan berharap pula kerusakan bisa berhenti.

Wallâh a’lam bi ash-shawâb.